Welcome

Welcome to Eddy blogger, You Are The Best, blog ini dibuat untuk anda dan akan terus berkembang atas dukungan anda, terimakasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat untuk semua

Sabtu, 08 Juni 2013

Makalah Manajemen Pendidikan terbaru

BAB I
PENDAHULUAN


  1. LATAR BELAKANG
Dalam perkembangannya,Manajemen yang baik akan menghasilkan suatu sistem pengorganisasian yang baik pula, selain untuk memudahkan dalam pengorganisasian serta penentuan dalam menjalankan suatu kegiatan dapat pula dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu lembaga atau perseorangan dalam mencapai ketingkat yang lebih baik.
Dalam perkembanganya, manajemen (managemant) telah banyak dipelajari untuk dapat dijalankan dan berguna pula bagi orang lain yang ingin mendapatkan nilai tambah bagi instansi/lembaga/perseorangan dalam kaitanya peningkatan yang baik.
Masyarakat di indonesia yang merupakan sebuah masyarakat yang multi-kultural mulai mempelajari berbagai bidang ilmu dan wawasan dalam meningkatkan kualitas individu maupun kualitas dalam mengelola sebuah organisasi atau lembaga, tidak terkecali ilmu tentang manajemen yang didalamnya akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan pencapaian yang makasimal.
Disamping itu pula sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah merupakan suatu hal yang baik dan menguntungkan bagi suatu negara, namun jika tidak pengolahan yang baik (dalam hal ini manajemen yang baik) maka akan tampak kurang maksimal dan dapat berakibat pada keadaan dimana akan berkurangnya efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya.
Dalam ilmu manajemen,Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:
- Aliran Klasik
- Aliran Perilaku
- Aliran Manajemen Ilmiah
- Aliran Analisis Sistem
- Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil
- Aliran Manajemen Mutu
Adapun dalam makalah ini hanya akan membahas tentang teori manajemen dalam aliran manajemen ilmiah.

  1. BATASAN MASALAH
Adapun batasan masalah dalam pembahasan dalam makalah ini adalah seputar
1.          Sejarah Perkembangan Manajemen Ilmiah
2.          Definisi Manajemen Ilmiah
3.          Fungsi Manajemen
4.          Tokoh-tokoh Manajemen Ilmiah,dan
5.          Berbagai Prinsip Dasar dan Tahap Perkembangan mengenai Manajemen Ilmiah. yang akan dibahas berdasarkan sumber

  1. TUJUAN MAKALAH
Tujuan pembuatan makalah ini diantaranya adalah :
a.      Sebagai bahan yang dapat menjadi sumber belajar
b.      Sebagai tugas yang diampu dari dosen pembimbing
c.       Sebagai pengetahuan dan pengalaman dalam dunia manajemen


BAB II
ISI

A.      SEJARAH MANAJEMEN ILMIAH

Lebih dari 1400 tahun yang lalu teori tentang manajemen sudah mulai diterapkan oleh manusia. Terbukti dari berbagai proyek-proyek pembangunan yang dilakukan di berbagai belahan dunia seperti pembangunan di Mesir dan China juga di Venezia yang merupakan pusat perdagangan dan perekonomian yang penting. Sampai pada masa antara abad 18 dan 19 bermunculan teori-teori manajemen secara keilmuan yang dicetuskan oleh beberapa pemikir diantaranya R.Owen dan Charles Babage yang merupakan pionir dalam Ilmu Manajemen.
Pada tahun 1911 dikenal dengan tahun lahirnya manajemen modern. Karena pada saat itu, pelopor manajemen ilmiah Frederick Winslow Taylor (1856-1915) merasa tidak puas terhadap kinerja perusahaan tempat dia bekerja, Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. berkat beliau, Manajemen ilmiah menjadi sebuah teori analisis manajemen yang telah dianalisis dan disintesis alur kerja. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi ekonomi terutama produktivitas tenaga kerja. Atas kontribusinya yang begitu besar dalam manajemen ilmiah tersebut Taylor dikenal sebagai Father Of Scientific Management (Bapak Manajemen Ilmiah) yang sampai sekarang masih di ingat dan dipelajari teori teorinya.
Perkembangan manajemen ilmiah juga didorong oleh munculnya pemikiran baru dari Henry Gantt dan keluarga Gilberth. Henry Gantt yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Compan, menggagas ide bahwa seharusnya seorang mandor mampu memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) dan kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan. Sementara itu, pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth berhasil menciptakan micromotion, sebuah alat yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Alat ini digunakan untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efesien.
Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henri Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
B.      PENGERTIAN MANAJEMEN ILMIAH
Manajemen ilmiah atau disebut juga manajemen modern adalah kepemimpinan atau pengelolaan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara-cara kerja yang berdasarkan prinsip - prinsip atau pedoman - pedoman keilmuan.

Adapun ciri - ciri manajemen ilmiah atau modern adalah sebagai berikut :
·         Menggunakan cara kerja keilmuan dan prinsip - prinsip keilmuan sebagai hasil percobaan dan penyelidikan yang ilmiah pula.
·         Terdapat nasionalisasi yaitu bekerja berdasarkan perhitungan - perhitungan atau pemikiran yang cermat dan teliti, jadi meninggalkan cara kerja trial and error.
·         Terdapat standarisasi yaitu bekerja berdasarkan ukuran - ukuran ( standar - standar ) tertentu, baik dalam cara kerja, waktu yang digunakan, maupun hasil produksi yang diharapkan.
·         Terjadi peningkatan produktivitas sebagai hasil kerja yang efektif dan efisien 
·         Cara kerja dan hasil kerjanya dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan kebutuhan jaman yang makin meningkat
C.      FUNGSI MANAJEMEN
Seorang tokoh Manajemen menyebutkan beberapa definisi tentang fungsi manajemen yaitu Merancang, Mengorganisir, Memerintah, Mengkoordinasi, dan Mengendalikan, namun dalam perkembanganya diringkas manjadi 3 yaitu :
  1. Perencanaan (Planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (Organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (Directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
D.     TOKOH-TOKOH MANAJEMEN ILMIAH
  1. Owen (1771-1858) merupakan seorang pembaru dan industrialis dari inggris yang pertama kali mencaetuskan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja.
  2. Babage (1792-1871) adalah seorang ahli matematika yang juga dari Inggris yang merupakan orang yang pertama kali berbicara mengenai efisiensi dalam proses produksi.
  3. Frederick Winslow Taylor (1856-1915) menerbitkan buku berjudul Principles Of Scientific Management. Awalnya, Taylor merasa tidak puas dengan ketidakefisien di perusahaannya ketika ia bekerja, karena para pekerja di perusahaan tersebut memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga, pada akhirnya Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus mengambil alih pekerjaan dan melatihnya, manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja.
Filsafat Taylor tersebut memiliki empat prinsip, yaitu :
1.      Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen.
2.      Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan menempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan.
3.      Adanya pendidikan dan pengembangan ilmiah dari para pekerja.
4.      Kerjasama yang baik antara manajer dengan pekerja.
Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati manajemen ilmiah adalah :
1.      Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan
2.      Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.
3.      Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.
4.      Bekerja untuk hasil yang maksimal.
5.      Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya untuk tingkat kesejahteraan maksimum para karyawan itu sendiri di perusahaan.
 Buku-buku Taylor yang terkenal adalah Shop Managemen (1930), Principles Of Scientific Management (1911)”, dan Testimory Befo Special House Comittee Dan pada tahun 1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam satu buku dengan judul Scientific Management.
Selain Taylor, kontributor lain yang berperan dalam perkembangan manajemen ilmiah adalah:
d. Henry Lawrance Gantt (1861-1919). Sumbangan Henry yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem Charting yang terkenal dengan nama Gantt Chart yaitu bagan yang berfungsi untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi. Gantt Chart merupakan metode yang paling terkenal dalam proses perencanaan dan pengawasan yang berhubungan dengan waktu. Gantt Chart telah memberikan sumbangan yang cukup besar bagi semua bentuk manajemen operasi, serta digunakan secara meluas sebagai teknik pengawasan terutama dalam perubahan-perubahan dengan banyak proyek yang saling berhubungan.
Henry juga menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajer dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen, sehingga Henry Gantt memperkenalkan empat gagasan untuk peningkatan kegiatan manajemen, yaitu :
1.      Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dengan pekerja.
2.      Seleksi ilmiah pekerja.
3.      Sistem insentif untuk merangsang produktivitas pekerja dan organisasi.
4.      Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
e.  Frank Gilbreth dan Lillian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972). Gilbreth menciptakan sistem yang terkenal dengan speed work, tapi sistem ini bukan menunjukkan kecepatan bekerja secara keseluruhan. Kecepatan yang dimaksud bukan karena adanya unsur terburu-buru, tapi dengan pengurangan jumlah pekerjaan dengan eliminasi gerakan-gerakan yang tidak perlu. Upah rata-rata dari pekerjaan Gilbreth secara keseluruhan lebih tinggi dari biasanya, Beliau dapat malakukan hal tersebut karena banyak yang dapat dicapai dalam waktu yang sangat singkat melalui sistem speed work.


E.      TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANAJEMEN ILMIAH
Ada beberapa tahapan yang terjadi dalam perkembangan manajemen ilmiah, antara lain ;
  1. Tahap Survival ( 1886 - 1930 ), tahun 1886 adalah tahun lahirnya ilmu manajemen yang ditandai dengan gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor. Dalam tahap survival ini, para ahli memperjuangkan untuk diakuinya manajemen sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan.
  2. Tahap Konsolidasi atau Penyempurnaan ( 1930 - 1945 ), dalam tahap ini para pelopor manajemen ilmiah merumuskan metode - metode dan prinsip - prinsip dari ilmu manajemen yang dapat dipraktekan dalam kegiatan - kegiatan perusahaan.
  3. Tahap Human Relation ( 1945 - 1959 ), dalam tahap ini, selain menggunakan prinsip - prinsip berdasarkan keilmuan, juga lebih mengutamakan perhatian kepada manusia ( para pekerja ) yang berperan serta dalam kegiatan - kegiatan mencapai tujuan usaha. Hubungan antara pemimpin dan pegawai diupayakan dilaksanakan dalam suasana hubungan manusia yang lebih baik.
  4. Tahap Behaviouralisme ( 1959 - sekarang ), dalam tahap ini perhatian utama para ahli manajemen terutama dipusatkan terhadap pentingnya peranan manusia kerja dalam usaha mencapai tujuan perusahaan.
E. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN ILMIAH
Prinsip-prinsip Efisiensi dalam Manajemen Ilmiah, yaitu :
  1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
  2. Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis.
  3. Adanya staf yang memiliki kualifikasi yang tepat.
  4. Adanya kedisiplinan.
  5. Diberikannya pemberian kompensasi yang adil.
  6. Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan sistem semacam sistem informasi atau akutansi.
  7. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.
  8. Adanya penetapan standar dari pekerjaan, baik dari segi kualitaas kerja maupun waktu pengerjaan.
  9. Kondisi pekerjaan perlu distandarisasi.
  10. Kegiatan operasional harus distandarisasikan.
  11. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.
  12. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.
Pengembangan manajemen ilmiah mambuat kemungkinan yang besar untuk perusahaan dalam mendapatkan efisiensi, yang tidak akan menyebabkan perusahaan tersebut tenggelam. Taylor telah memberikan kontribusi utama berupa Mental Revolution yang akan mengakhiri perselisihan antara manajer dan pekerja dengan meyakinkan bahwa kepentingan dan tujuan keduanya adalah sama.



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
v  Pada tahun 1911 dikenal dengan tahun lahirnya manajemen modern. Yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1915).
v  Manajemen ilmiah atau disebut juga manajemen modern adalah kepemimpinan atau pengelolaan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara-cara kerja yang berdasarkan prinsip - prinsip atau pedoman - pedoman keilmuan.
v  FUNGSI MANAJEMEN
    1. Perencanaan (planning
    2. Pengorganisasian (organizing)
    3. Pengarahan (directing)
v  Tokoh-tokoh manajemen ilmiah:
a.      Owen (1771-1858)
b.      Babage (1792-1871)
c.       Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
d.      Henry Lawrance Gantt (1861-1919).
e.      Frank Gilbreth dan Lillian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972)
v  TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANAJEMEN ILMIAH
a.      Tahap Survival ( 1886 - 1930 ),
b.      Tahap konsolidasi atau penyempurnaan ( 1930 - 1945 ),
c.       Tahap human relation ( 1945 - 1959 ),
d.      Tahap behaviouralisme ( 1959 - sekarang ),
v  PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN ILMIAH
    1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
    2. b.Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis.
    3. Adanya staf yang memiliki kualifikasi yang tepat.
    4. Adanya kedisiplinan.
e.      Diberikannya pemberian kompensasi yang adil.
f.        Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan sistem semacam sistem informasi atau akutansi.
g.      Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.
h.      Adanya penetapan standar dari pekerjaan, baik dari segi kualitaas kerja maupun waktu pengerjaan.
i.        Kondisi pekerjaan perlu distandarisasi.
j.        Kegiatan operasional harus distandarisasikan.
k.       Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.
l.        Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.
B.      Saran-saran
Penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak yang perlu ditambahkan ataupun perlu diperbaiki,maka dari itu kritik dan saran yang membangunlah yang kami harapkan dan semoga dengan adanya kritik dan saran yang membangun tersebut akan dapat meningkatkan pengetahuan dan juga keilmuan kita semua, akhirnya penyusun mohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dalam pembuatan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA